| Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Jonathan Stroud |
Kemaren abis baca The Bartimaeuas Trilogy..Sebenarnya dari dulu pengen baca, tp gak da uang buat beli sampe akhirnya kmren pas ke gomu-gomu ehhhh ternyata ada bukunya. Jadinya weekend ngelembur baca buku ini.
Bartimaeus Trilogy The Amulet Samarkand
Ini buku pertama dari serial Bartimaeus Trilogy. Di buku ini diceritain kalau Nathaniel, penyihir muda berhasil memanggil jin tingkat enam Bartimaeus. Tugas untuk Bartimaeus tidak mudah, dia diperintahkan untuk mencuri amulet samarkand. Benda magis berkekuatan dashyat di rumah Simon Lovelace, salah satu penyihir hebat Inggris.Meskipun rumah Simon Lovelace dilindungi oleh sihir yang berlapis lapis, tapi Bartimaeus berhasil menyusup dan mencuri amulet samarkand. Tentu saja ketika Si Jin akan melarikan diri, sistem keamanan rumah akhirnya berfungsi jg. Tapi Bartimaeus dengan keahlian dan kelicinannnya berhasil meninggalkan rumah Lovelace dgn selamat, bahkan berhasil mengecoh Faquarl dan Jabor, Jin budak Lovelace yg merupakan kawan lama Bartimaeus (???) Sebelumnya, review dulu tentang setting ceritanya. Di novel ini, Inggris terbagi menjadi 2 kaum. yaitu Penyihir dan commoner (manusia biasa yang gak punya kekuatan sihir). Para penyihir menguasai pemerintah Inggris dan sektor - sektor lain. commoner disini dikuasai dan takut oleh penyihir karena kekuatan mereka. Sebenarnya kekuatan penyihir didapatkan dari makhluk halus (demon) yang dipanggil dari dunia lain. Penyihir menggunakan pentacle dan rapalan mantra untuk memanggil dan mengendalikan demon yang dipanggilnya. Tentu saja demon yg dipanggil tidak dengan suka rela melaksanakan perintah penyihir. Mereka ( dengan hasutan dan bujukannya ) berusaha membuat penyihir meninggalkan pentacle mereka sehingga si demon bisa segera menerkam penyihir, dan muslihat2 lain. Para penyihir juga mengancam demon dengan mantra mantra agar mereka tidak melawan. Di buku ini juga dijelaskan kalau para penyihir adalah orang yang belajar sihir. Jadi dari kecil, mereka dijual oleh orangtua mereka untuk diserahkan ke kementrian Inggris. Kemudian mereka akan dititipkan ke rumah penyihir lain (yang selanjutnya akan disebut master) yang akan mengajari mereka ilmu sihir. Selain sihir para penyihir muda itu juga harus belajar matematika, berbagai bahasa, seni gambar, menyanyi, dlll. Sedangkan untuk ilmu sihir, akan diajarkan oleh master mereka. Jadi beda dengan Harry
| |
|